Gel Daun Mengkudu Untuk Mengatasi Masalah Kulit Jerawat


Khasiat Gel Daun Mengkudu Untuk Mengatasi Kulit Berjerawat

Annyeong chingu.
Selamat datang di blog pertamaku. Disini aku mau membahas tentang khasiat dari gel daun mengkudu yang bisa mengatasi masalah jerawat. Khususnya bagi kaum hawa jerawat adalah hal yang sangat menjengkelkan. Apalagi di saat ada event penting yang mau di hadarin jadi gak pede karna adanya jerawat. Disini aku akan membahas dan memberitahu kalian bagaimana khasiat daun mengkudu yang dapat mengatasi masalah jerawat.

Gambar Daun Menkudu
https://images.app.goo.gl/aUeTzonT5bq5vr497

Kita tau bahwa kesehatan kulit merupakan hal yang menjadi pusat perhatian pada pria dan wanita usia remaja sampai dewasa muda. Jerawat merupakan penyakit kulit yang dikenal dengan acne vulgaris dimana hampir semua orang pernah mengalaminya. Jerawat sering dianggap sebagai kelainan kulit yang timbul secara fisiologis. Hal ini umumnya terjadi pada umur sekitar 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria dan akan menghilang dengan sendirinya pada usia sekitar 20-30 tahun. Namun kadang- kadanag terutama pada wanita, jerawat menetap sampai umur 30 tahun lebih. Jerawat atau acne  vulgaris adalah kelainan yang berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang salah satuya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacnterium acnes ( Apriani et all, 2014).
Bakteri Staphylococcus aureus menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Asam lemak tersebut dapat menimbulkan peradangan jaringan yang berperan dalam timbulnya jerawat (Devi et all, 2015)
Adapun Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri sebenarnya dapat dicegah dengan obat antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menimbulan resistensi bakteri. Pencegahan resistensi dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan- bahan alami terutama obat-obatan herbal. Obat herbal harganya terjangkau, mudah diperoleh dan efek sampingnya relatif kecil ( Sudewi et all, 2016).
Sudah banyak beberapa produk kecantikan yang sudah ada di indonesia ini untuk mengatasi masalah jerawat, namun pada pembutan dari produk kecantikkan tersebut masih banyak yang harus kita khawatirkan, pada pembuatannya pasti ada penggunaan bahan kimia pada produk kecantikan tersebut yang tidak bagus untuk digunakan pada kulit karena memiliki efek yang bisa saja membuat kulit menjadi rusak. Namun kita pasti lebih memilih produk-produk alami karna keaman lebih terjamin.
Tanaman mengkudu merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya memiliki khasiat sebagai obat baik pada daun, akar, batang, dan buah ( Sudewi et all, 2016). Berdasarkan penelitian, daun mengkudu memiliki kandungan saponin, flavonoid, polifenol, tanin, dan triterpen. Zat aktif tersebut bersifat bakterisida dan memiliki metode tersendiri dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Pada daun mengkudu terdapat senyawa aktif yang berfungsi sebagai zat antibakteri. Bakteri yang telah diketahui dapat dihambat dengan daun mengkudu anta ra lain Bacillus subtilis, Bacillus cereus, Pseudomonas airugenosa, dan Staphylococcus aureus
(Afiff et all, 2017).
Ciri-ciri umum dari daun mengkudu yaitu berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm, tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daunmenyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.
Cara pertama dalam pembuatan gel daun mengkudu adalah dengan Pembuatan esktrak etanol daun mengkudu yang dilakukan dengan prosedur Yulianti (2015) dengan modifikasi.
1. Daun mengkudu segar sebanyak 1 kg dicuci bersih dengan air mengalir dan ditiriskan.
2. Kemudian daun di oven pada suhu 45 °C sampai kering. Daun kering ditimbang dan di dihaluskan dengan blender dan diayak menggunakan ayakan berukuran 50 mesh dan diperoleh simplisia halus.
3. Simplisia halus sebanyak 100 gram kemudian dimasukkan ke dalam maserator botol kaca, dimasukkan pelarut etanol 96% sebanyak 1 liter hingga simplisia tersebut terendam seluruhnya. Diamkan selama 1 x 24 jam, sambil sesekali dilakukan pengadukan.
4. Setelah 24 jam, maserat dikeluarkan dan ditampung. Proses remaserasi dilakukan dengan prosedur yang sama pada hari kedua dan ketiga dengan lama petrendaman masing-masing 24 jam. Seluruh hasil penampungan pelarut dicampurkan untuk kemudian dilakukan pemekatan ekstrak dengan evaporator
5. Setelah ekstrak dari daun mengkudu sudah selesai kemudian dibuat menjadi sediaan gel. Pembuatan gel ekstrak daun mengkudu degan tiga kombinasi geling agent yang berbeda. CMC Na dan carbopol 940 dikebangkan dalam air, setelah mengembang ditambanhakan trietanolamin, gliserin dan nipagin. Daun Ekstrak mengkudu ditambahkan ke dalam campuran tersebut sambil diaduk (Yuliaswari, E. 2014).
Sekian pembahasan tentang khasiat dari daun mengkudu ini, semoga dapat memberi manfaat untuk pembaca semua. Sampai ketemu lagi di blog selanjutnya bye-bye.


DAFTAR PUSTAKA
Afif, F. E And Amilah, S. 2017. Efektivitas Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Dan Daun Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz & Pav ) terhadap Zona Hambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Stigma Journal Of Science, 10(1), 12-16
Apriani, D., dkk.  2014. Efektivitas Berbagai Konsentrasi Infusa Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) terhadap Daya Antibakteri Staphylococcus aureus Secara Invitro. Jurnal Teknologi Laboratorium, 3(1), 1-7.
Devi, M. A., Ratnawati, J., Sukmanengsih, F. 2015. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol dan Fraksi Pelepah Aren (Arenga pinnata Merr.) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Kartika-Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(1), 43-48.
Sudewi. S. and Lolo, W.A. 2016. Kombinasi Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Daun Sirsak (Annona Muricata L.) dalam Menghambat Bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus aureus. Kartika-Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(2), 36-42
Yulianti, Rika. 2015. Formulasi Krim Anti Jerawat Kombinasi Eksytak Daun Sirsak Annona muricata L. dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.). Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 14(1), 158-161.
Yuliaswari, E. 2014. OPTIMASI FORMULA GEL EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN (Doctoral dissertation, Universitas Setia Budi Surakarta). Jurnal Farmasi Indonesia. 13(1), 82 – 95

Komentar

  1. Makasih kak infonya, sangat berguna untuk para wanita

    BalasHapus
  2. wahhh thanks kaka infonyaa,berguna banget

    BalasHapus
  3. Infotmasi yang sungguh bermanfaat, makasih untuk infonya

    BalasHapus
  4. Makasih ka, infonya sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  5. Terimakasih kaka,atas infonyaa dan sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  6. Wahh artikel nya sangat bagus, terimakasih ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Sangatt bermanfaat,, terimakasih infonya ya

    -puber

    BalasHapus
  8. Wow bagus sekali. Terimakasih infonya ya sangat bermanfaat sekali bagi aku dan teman-teman semua pasti nya

    BalasHapus
  9. Wow! Sangat bermanfaat infonya. Terima kasih.

    BalasHapus
  10. Wow! Sangat bermanfaat infonya. Terima kasih.

    BalasHapus
  11. wah trimkasih infonya, sangat bermanfaat.

    BalasHapus

Posting Komentar